Thu Jun 27 2024

Bersama BSSN, LPSK Resmikan LPSK-CSIRT

Diunggah oleh Supervisor

Depok - LPSK didirikan sebagai respons terhadap kebutuhan akan perlindungan yang lebih baik bagi saksi dan korban tindak pidana di Indonesia. Pendiriannya bertujuan untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh saksi dan korban, seperti ancaman, intimidasi, atau ketakutan akibat kesaksian mereka dalam proses peradilan.

Teknologi Informasi berkembang dengan sangat cepat, penggunaannya pun semakin terasa di semua aspek kehidupan. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, LPSK senantiasa memanfaatkan Teknologi dan Informasi. Hal ini bagai pisau bermata dua, disatu sisi memiliki banyak manfaat, disisi lain dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pada Tahun 2023, tercatat ada sebanyak 7645 permohonan masyarakat  masuk ke dalam sistem informasi yang dikelola oleh LPSK. Karena itulah, LPSK harus professional dalam mengelola data dan informasi yang disampaikan Masyarakat.

Untuk mengantisipasi resiko dan ancaman keamanan, dalam hal  serangan siber maupun pencurian data, maka dibentuklah LPSK-CSIRT, sebuat tim tanggap insiden Siber yang dikelola oleh Tim Teknologi Informasi LPSK bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara.

Peresmian LPSK-CSIRT dilakukan secara bersama dengan delapan belas CSIRT lainnya, yaitu CSIRT Badan Pangan Nasional, Dewan Ketahanan Nasional, Kota Makassar, Kota Gorontalo, Kota Banjarmasin, Kota Pekanbaru, Kota Lubuklinggau, Kabupaten Batanghari, Kabupaten Belitung, Kabupaten Barito Selatan, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Lamongan, Universitas Majalengka, dan Universitas Kuningan.

 Peresmian LPSK-CSIRT dilaksanakan pada Auditorium dr. Roebiono Kertopati, Kantor BSSN Sawangan, Depok, Jawa Barat pada Rabu (26/6/2024). Peresmian tersebut, dihadiri oleh Sekretaris Jenderal LPSK, Dr. Ir. Noor Sidharta, M.H. MBA, Kepala BSSN, Hinsa Siburian, serta pimpinan dari masing-masing Instansi/Lembaga.

 Dalam sambutannya, Kepala BSSN, Hinsa Siburian mengatakan “Pada dunia siber, disamping memberikan kemudahan berkomunikasi dan bertransaksi digital, tentu berbanding lurus dengan risiko ancaman keamanan sibernya”. Hinsa juga menyinggung mengenai serangan siber yang dialami oleh Pusat Data Nasional Sementara yang dikelola oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi. Yang mana dalam serangan siber tersebut, peretas meminta tebusan untuk mengembalikkan data yang telah di enkripsi.

Selain informasi tersebut, Hinsa juga menyampaikan, BSSN terbuka lebar bagi setiap Instansi Pemerintah, yang hendak meningkatkan sumber daya manusia nya, untuk mendapatkan pelatihan mengenai Cyber Awareness, yang diselenggarakan pada Pusat Pengembagan Sumber daya Manusia- BSSN.

Kegiatan Launcing CSIRT Bersama, diakhiri dengan penyerahan nomer Surat Tanda Registrasi CSIRT pada masing-masing Lembaga/Instansi, serta penyerahan cindera mata.(AUS)

(021) 29681560
lpsk_ri@lpsk.go.id