Yogyakarta- Sebanyak 28 Terlindung LPSK korban Pelanggaran HAM yang Berat penerima bantuan psikososial mengikuti Bazar UMKM yang diselenggarakan oleh Perwakilan LPSK Yogyakarta di halaman Gedung Keuangan Negara Yogyakarta, pada Kamis 24 Juli 2025.
Bazar juga diikuti UMKM binaan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kelurahan Semaki sebagai wujud sinergi dengan masyarakat sekitar.
Bazar dibuka Wakil Ketua LPSK Sri Nurherwati sekaligus pengampu Kantor Perwakilan LPSK Yogyakarta bersama dengan Joko Saptono, Plt Lurah Kelurahan Semaki. Kegiatan ini juga dihadiri oleh segenap pegawai dari berbagai unit kerja yang berada di Gedung Keuangan Yogyakarta, seperti Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) dan Badan Otorita Borobudur.
Dalam sambutannya, Sri Nurherwati menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi dalam memberikan dukungan nyata kepada penyintas dan memajukan UMKM kelompok penyintas yang mendapatkan layanan psikososial LPSK.
Selain memfasilitasi penjualan produk kuliner dan kerajinan tangan dari para terlindung, juga dilakukan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan penjualan sembako murah. Pemeriksaan kesehatan gratis bekerjasama dengan tenaga medis dari Puskesmas Umbulharjo II. Dalam rangkaian acara tersebut juga digelar diskusi publik dan pementasan kesenian.
LPSK Perwakilan Yogyakarta pada semester I tahun 2025 telah melayani 184 terlindung dan menerima 296 permohonan perlindungan. Saat ini Kantor Perwakilan LPSK Yogyakarta masih melayani wilayah DIY dan Jawa Tengah. Seiring dengan mulai beroperasinya Kantor Perwakilan LPSK Jawa Tengah di Kota Semarang pada bulan Juni 2025, maka ke depan Kantor Perwakilan LPSK Yogyakarta bisa lebih fokus melayani masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta.